Sabtu, 12 Maret 2011

Bukti Sejarah bahwa Peradaban Sumeria, Indian Maya/Aztex Tunduk kepada Bangsa Jawa/Nusantara/Sunda Land


Misteri Kejayaan Masa Lalu Indonesia di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran. Bukti Sejarah bahwa Peradaban Sumeria, Indian Maya/Aztex Tunduk kepada Bangsa Jawa/Nusantara/Sunda Land
hi sob..bro n sis… coba deh luangin baca artikel ini, smoga ada pencerahan ttg sejarah indonesia yg maha hebat itu sebarkan ke tmn2 yg lain Bukti Sejarah bahwa Peradaban Sumeria, Indian Maya/Aztex tunduk kepada Bangsa Nusantara /Sunda Land

http://www.lakubecik.org/phocadownload/userupload/21232f297a/Cetho_Penataran.pdf

Mengapa para ahli dan arkeolog kita tidak menelitinya dengan serius?

Profesor Arysio Nunes dos Santos, seorang geolog dan fisikawan nuklir menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk membuktikan dari catatan Plato tentang keberadaan peradaban Atlantis, semua hasil penelitian mengarah ke Indonesia, sebagai anak bangsa hanya akan tinggal diamkah kita menyikapi hasil penelitian kelas dunia tersebut ? apalagi bukti-bukti secara empiris yang secara paralel mendukung hasil penelitian tersebut dapat dilihat langsung di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran.

Pembuktian awal dari misteri yang ada di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran ini sejalan dengan indikasi-indikasi yang dinyatakan oleh Profesor Arysio Nunes dos Santos dari Brazilia yang menyatakan bahwa Atlantis itu benar-benar ada, dan berada di Indonesia.

download Misteri Kejayaan Masa Lalu Indonesia di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran

Di Indonesia terdapat berbagai macam candi. Terutama di pulau Jawa ada bermacam-macam candi yang tersebar mulai dari Jawa Timur sampai ke ujung Barat pulau Jawa. Namun ada beberapa kejanggalan yang bisa dilihat di beberapa candi yang ada di Pulau Jawa. Kejanggalan terlihat dari patung dan relief yang ada. Kalau pengukuran secara tahun oleh arkeolog benar maka banyak hal yang tidak masuk akal di dua candi yang telah kami teliti yaitu Candi Cetho dan Candi Penataran

Sebagian dari materi ini pernah dibawakan pada :
- Diskusi Panel : "Indonesia Asal Peradaban Dunia", Sabtu Wage, 27 Maret 2010 di The Executive Club, Hotel Sultan - Jakarta - Seminar : "Penemuan Purbakala dan Spiritualitas Indonesia", Sabtu Wage, 20 Februari 2010 di Cafe Domus Newseum Indonesia - Jakarta

Hosting Stabil & Aman, Silahkan Klik
Candi Penataran yang terletak di Desa Penataran Kec. Nglegok ternyata menyimpan banyak misteri diantaranya bahwa Indonesia merupakan asal peradaban dunia. Hal ini terungkap dari gambar relief yang ada di setiap sudut candi. Misteri dibalik Candi Penataran terungkap dari investigasi relief oleh Yayasan Turangga Seta yang dimulai sejak tahun lalu.

Dalam pahatan relief terkuak sejarah jika nenek moyang kita pernah melakukan ‘ekspansi’ hingga Benua Amerika dengan mengalahkan bangsa Indian dan sempat berperang dengan prajurit Bangsa Maya. Mereka kemudian menguasai wilayah tersebut hingga diangkat sebagai penguasa. Tidak hanya itu pada salah satu relief juga digambarkan beberapa bangsa lain seperti Bangsa Han (China), Bangsa Campa, Bangsa Maya, Bangsa Yahudi dan Bangsa Mesir tunduk pada leluhur kita. Demikian seperti diungkapkan Ketua Yayasan Turangga Seta, Agung Bimo Sutejo.

Ia menambahkan dalam pahatan lain terungkap jika pada waktu itu terdapat 3 species yang sudah mempunyai peradaban yakni ras manusia kera, ras raksasa dan manusia biasa. Mereka pun hidup saling berdampingan. Gambaran pada relief ini sekaligus membantah teori Darwin yang menyatakan manusia berasal dari evolusi kera. Dalam tata cara kematian manusia jaman dulu mereka yang meninggal jasadnya akan diperabukan sehingga fosilnya tidak akan ditemukan. Sedangkan ras manusia kera dan raksasa dengan cara dikubur sehingga fosil yang banyak ditemukan arkreolog tersebut adalah fosil ras manusia kera yang berbeda dengan species kita saat ini dan dimungkinkan ras manusia kera telah punah.

Sementara dari penelitian yang dilakukan Yayasan Turangga Seta, juga terkuak misteri jika keberadaan Candi Penataran di Blitar yang merupakan Candi terbesar di Jawa Timur itu terkait dengan berdirinya kerajaan besar di Blitar kala itu yang justru wilayah kekuasaannya lebih besar dari Kerajaan Majapahit. Namun sayang misteri ini belum akan diungkapkan pada publik.

Sumber: Yayasan Turangga Seta, http://www.blitarkab.go.id/21/01/2011/misteri-yang-tersimpan-di-candi-penataran-menguak-fakta-bahwa-indonesia-merupakan-asal-peradaban-dunia/

Penjelasan detail dari Yayasan Turangga Seta dapat dilihat melalui:http://lakubecik.org/artikel/2-misteri-candi-cetho-dan-penataran.html

Candi Penataran yang terletak di Desa Penataran Kec. Nglegok ternyata menyimpan banyak misteri diantaranya bahwa Indonesia merupakan asal peradaban dunia. Hal ini terungkap dari gambar relief yang ada di setiap sudut candi. Misteri dibalik Candi Penataran terungkap dari investigasi relief oleh Yayasan Turangga Seta yang dimulai sejak tahun lalu.

Dalam pahatan relief terkuak sejarah jika nenek moyang kita pernah melakukan infasi hingga Benua Amerika dengan mengalahkan bangsa Indian dan sempat berperang dengan prajurit Bangsa Maya. Mereka kemudian menguasai wilayah tersebut hingga diangkat sebagai penguasa. Tidak hanya itu pada salah satu relief juga digambarkan beberapa bangsa lain seperti Bangsa Han (China), Bangsa Campa, Bangsa Maya, Bangsa Yahudi dan Bangsa Mesir tunduk pada leluhur kita. Demikian seperti diungkapkan Ketua Yayasan Turangga Seta, Agung Bimo Sutejo. Ia menambahkan dalam pahatan lain terungkap jika pada waktu itu terdapat 3 species yang sudah mempunyai peradaban yakni ras manusia kera, ras raksasa dan manusia biasa. Mereka pun hidup saling berdampingan.

Gambaran pada relief ini sekaligus membantah teori Darwin yang menyatakan manusia berasal dari evolusi kera. Dalam tata cara kematian manusia jaman dulu mereka yang meninggal jasadnya akan diperabukan sehingga fosilnya tidak akan ditemukan. Sedangkan ras manusia kera dan raksasa dengan cara dikubur sehingga fosil yang banyak ditemukan arkreolog tersebut adalah fosil ras manusia kera yang berbeda dengan species kita saat ini dan dimungkinkan ras manusia kera telah punah. Sementara dari penelitian yang dilakukan Yayasan Turangga Seta, juga terkuak misteri jika keberadaan Candi Penataran di Blitar yang merupakan Candi terbesar di Jawa Timur itu terkait dengan berdirinya kerajaan besar di Blitar kala itu yang justru wilayah kekuasaannya lebih besar dari Kerajaan Majapahit. Namun sayang misteri ini belum akan diungkapkan pada publik.

Sumber : http://www.blitarkab.go.id/21/01/2011/misteri-yang-tersimpan-di-candi-penataran-menguak-fakta-bahwa-indonesia-merupakan-asal-peradaban-dunia/

baca juga ini

15 komentar:

Anonim mengatakan...

luar biasa bro isinya... sayang bgt para ahli , para peneliti dan arkeolog kita memang payah tidak mau meneliti hal ini. kalo dilihat dari bentuknya dan bahan pembuatnya saya juga yakin jika Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran usiannya sangat tua dan sangat mungkin dibanggun jauh sebelum Masehi

Anonim mengatakan...

data-data sejarah seringkali jadi pembenaran suatu ideologi, atau misi tertentu…negara berideologi tinggi, pasti tau betul pentingnya data-data dan debat-debat sejarah semacam itu…hehe semoga ilmuwan kita cukup nasionalis untuk memperjuangkannya. Merdeka Indonesia!

jack mengatakan...

Keyakinan ku telah kuat bertolak dari berbagai referensi dan berbagai kajian ilmu mengenai atlantis, bahwa peradaban dan posisinya terletak di perairan indonesia yang terpecah dan hilang sekejab malam akibat di landa gempa bumi tektonik,vulkanik dan mencairnya es pada kala plestosin sehingga sundaland terpecah berkeping-keping menjadi p.kalimantan,p.jawa dan pulau2 di nusantara.
Dan sangat kuat di yakini bahwa peninggalan budaya atlantis masih banyak mewarisi budaya di indonesia baik bentuk arsitektur bangunan (borobudur,prambanan dan lain-lain) dan juga kesenian serta keanekaragaman bahasa yang di gunakan. Kisah nabi nuh juga bisa jadi berangkat dari wilayah ini, dan keanekaragaman flora pauna di indonesia antara pulau satu dengan yang lainnya banyak memiliki kesamaan seperti jenis tetumbuhan,hewan kemudian kondisi geologis yang sama dan akibat gempa maha dahsyat berakibat terpisah satu dengan yang lainnya.
Dari hasil penelitian para ilmuwan telah semakin menambah keyakinan bahwa wilayah nusantara adalah wilayah agung,luhur,dan membuat Indonesia kedepan menjadi negara yang sangat disegani dan di hormati dunia.

Anonim mengatakan...

saya sebagai org awam cuman aneh, kenapa org indian mirip org dayak? kenapa suku maya juga mirip suku di asia? suku amazon juga mirip org indonesia.. jadi “kulit coklat” ini memang mungkin “terpecah” oleh sesuatu. tapi saya koq ga begitu percaya dgn atlantis ada di indonesia, soalnya org indonesia karakternya ga seperti firaun yg bebal, namun keras ..klo org indonesia bebal tapi lembek hheehe ..ngeyel mulu , tapi beraninya keroyoan ..

Anonim mengatakan...

Yang gue takjubkan itu adalah alat dan bahan yang dipakai untuk membuat candi, coba perhatikan pada relief-relief yang ada, pasti hanya bisa dibuat dengan menggunakan alat atau mesin modern, begitu presisi. Gue yakin pada jaman itu sudah ada mesin modern ciptaan nenek moyang kita!. Mereka memilih batu sebagai bahan dasar candi, karena hanya batu sajalah yang tidak lapuk termakan usia ribuan tahun. Mereka ingin meninggalkan pesan bagi kita anak cucu keturunan nenek moyang bangsa yang besar ini.

drilyasharun mengatakan...

Pada 10 Februari 2011, sepasukan pengkaji sejarah dari USM Pulau Pinang sudah mengesahkan bahawa tapak arkeologi yang ditemui di Lenggong, Perak telah diserahkan kepada Jabatan Warisan Malaysia untuk dihantar kepada UNESCO sebagai pengesahan bahawa kesan kependudukan di rantau ini telah dikesan bermula lebihkurang 1.8 juta tahun dahulu, iaitu lebih awal daripada teori Spencer yang mengatakan manusia di dunia ini berasal dari Afrika melalui teorinya, "Out of Africa." (Rujuk akhbar The Star, 14/02/2011). Di Muzium Negara, Kuala Lumpur pernah dipamerkan penemui tengkorak manusia yang berusia lebih 10,000 tahun dahulu di tempat yang sama di Lenggong, Perak. Kenapakah orang kita, khasnya pihak berkuasa lambat bertindak untuk melanjutkan kajian di bidang arkeologi dan antropologi berkenaan asal usul orang Melayu sebelum mereka itu berpecah menjadi suku-suku bangsa, seperti suku Jawa, Banjar, Bugis, Dusun, Kadazan, Iban, Batak, Rawa, Sunda dsb.

Saya akan menerbitkan sebuah buku tentang kajian saya, berjodol: "Malaiyana Mulayanam" iaitu Ajaran Melayu Mula Ajaran. Ia mengupas asal usul orang Melayu di Nusantara (sebelum itu, ia merupakan daratan besar yang memanjang sehingga ke Taiwan yang dikenali dengan nama Sundaland. Ada pula pihak yang mengataknya Kumari Kandam, atau Lemuria, atau Mu, atau Atlantis. Sebahagian besar dari daratan Sundaland itu telah tenggelam ke dalam laut disebabkan banjir paling besar berlaku akibat letusan gunung Batara Guru (sekarang menjadi Tasik Toba dan Pulau Samosir). Letusan ini menyebabkan sesetengah benua ais di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair yang menyebabkan air laut naik mendadak. Selain itu, rekahan perut bumi berlaku. Sehingga sekarang, Sumatera dan Jawa sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi kerana rekahan di perut bumi. Tanah daratan yang tenggelam itu dipenuhi air laut yang sekarang ini menjadi Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Jawa, Teluk Siam dan Selat Melaka.

....

drilyasharun mengatakan...

Siapa penegak tamadun-tamadun besar di Mohenja-Daro dan Harappa di Lembah Indus beribu-ribu tahun dahulu (sebelum wujudnya agama Hindu)? Siapakah bangsa Sumeria yang menegakkan tamadun di Lembah Mesopotamia? Siapakah orang Mesir Purba yang mengajar orang Mesir membina piramid dan rumah ibadat agam? Siapakah orang Inca, Maya dan Aztec di benua Amerika Selatan dan Amerika Tengah? Siapakah Red Indian Amerika dan Kanada? Siapakah asal usul orang Eskimo di Kutub Utara? Siapakah asal usul orang Ainu di Jepun dan orang Alishan di Taiwan? Kenapakah "Orang Bukit" di Baratdaya Negeri China menyerupai orang Melayu? Siapakah asal usul orang Myanmar, Nepal dan Tibet? Siapakah penduduk asal di Vietnam, Thailand dan Laos? Semuanya terjawab di dalam buku tersebut.

Seni bina rumah Melayu menjadi konsep arkitektur di mana ada terdapat anjung ('veranda'), ruang tamu, bilik-bilik tidur dan dapur. Orang Melayu membina tandas di luar rumah untuk menjadi kesihatan di dalam rumah. Laman rumah Melayu adalah besar untuk kanak-kanak bermain, belia berlatih silat dan untuk mengadakan majlis keramaian seperti nikah kahwin dan sebagainya.

Selain daripada malapetaka dahsyat yang berlaku, tamadun Melayu masih mengekalkan kesan artifaks seperti yang terdapat di Easter Island dan lain-lain pulau di Kepulauan Polynesia, Micronesia, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan di dasar laut, dekat Taiwan dan di pesisir pantai Negeri China. Leluhur Melayu telah mengajar lain-lain bangsa tentang ketamadunan sehingga ke pesisir Laut Mediterranean, termasuklah di Sparta (yang menggerakkan tamadun Greek - Yunani Purba).

Orang Melayu sudah berasimilasi dan berpecah disebabkan 1) Malapetaka besar yang telah berlaku, 2) Pengaruh agama Hindu yang tersebar ke Nusantara), 3) Pengaruh agama Islam yang tersebar ke Nusantara), 4) Penjajahan Barat (Belanda, Portugis, Sepanyol dan Amerika Syarikat) di wilayah Nusantara, 5) Pemerintah sendiri yang gagal memartabatkan bangsa dalam segala bidang sehinggakan orang luar yang datang ke mari menjadi penguasa dalam bidang ekonomi. Untuk menjadi Melayu Sejati, seseorang itu mestilah: 1) Tidak boleh berdolak dalik, 2) Tidak boleh berhasad dengki, dan 3) Tidak boleh mungkir janji. Sesungguhnya Melayu itu Alam, Dunia Pemikiran Ketuhanan dan Budaya Yang Memerintah.

Untuk mendapatkan keterangan lanjut, silalah hubungi saya di: drilyasmy@yahoo.co.uk atau mobile saya: 012-9516012 supaya kita dapat menjana minda ke arah pembangunan umat Melayu di bidang keagungannya di zaman dahulu kala.

nur asadullah mengatakan...

Klo diperhatikan ada diskoneksi antara candi sukuh utama dengan patung2 dan ornamen pelengkap di sekelilingnya. Karena keduanya dibuat pada masa berbeda.
Candi sukuh utama dibuat pada masa lalu, jauh sebelum kerajaan majapahit. Selama berabad2 candi tersebut dihormati sebagai candi kuno nenek moyang nusantara. Dipelihara & ditambahi dengan, bangunan, ornamen & patung diluarnya secara bertahap sesuai masa yang berkembang. Sebagian besar dibuat pada masa jauh setelahnya. Candra Sangkala yang tertulis bukanlah dari masa pembuatan candi utama, melainkan dari pemeliharan terakhir candi tersebut. Bukan tahun pembuatan candi, tapi tahun pemugaran candi.

Anonim mengatakan...

Saya suka Prof. Santos Tapi saya lebih suka kebenaran Al-Qur'an, ATLANTIS CERITA BOHONG, salah satu petikan ayat Al-Qur'an :
”(yaitu) Penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.” QS. Al-Fajr: 7-8)
dari ayat diatas jelas sekali bahwa sebelum kaum Aad (Umat Nabi Hud AS sekitar 3000 SM) tidak pernah ada peradaban hebat, s.d saat ini tidak ada bukti ilmiah tentang exsistensi ATLANTIS, cerita Bohong ATLANTIS hanyalah cara Yahudi bin Dajjal untuk membengkokan Al-Qur'an yang salah satu tujuannya untuk mendukung teori evolusi Darwin

Webmedia Interface mengatakan...

Atas ane : Nggak ada hubungannya Evolusi Darwin sama Atlantis mas

NASA and Archeolog mengatakan...

Lemuria = Atlantis = Adam ???
aku pernah denger2 kl mmg ada manusia sebelum nabi Adam ... tp krn kesombongan, keangkuhan, dan ketamakan mereka ... maka Allah SWT membinasakan sebagian dari mereka ... mungkin saja nabi Adan itu adalah "pembaharuan" utk generasi selanjutnya ... menurut teori saya generasi kita ini adalah generasi yg IPTEK nya "agak" dibatasi (mengingat bangsa Atlantis yg dulunya mnjadi lupa dgn Penciptanya akibat sangat majunya teknologi yg mereka miliki, seperti saat ini .. ^_^) ... so, dgn smakin majunya teknologi seringkali membuat berkurangnya iman kita terhadap Allah SWT ... jadi jgn sampai kita "ditenggelamkan" lagi lhooo.. kurangi korupsi, kurangi berzinah, kalo bisa jgn korupsi, jgn berzina, jgn mencuri ... atau mau nasib kita di "ATLANTIS" kan lagi???

Anonim mengatakan...

”(yaitu) Penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.” QS. Al-Fajr: 7-8)

Ayat ini menegaskan bahwa selain Iran ada negeri-negeri lain. Negeri2 lain itu bisa saja adalah negeri-negeri yang ada jauh sebelum Iran terbentuk. apakah bangunan di ATLANTIS tinggi menjulang? Prof Santos TIDAK menyebut demikian. Istana dan bangunan di ATLANTIS tidak tinggi menjulang, jadi ayat itu sekali lagi tidak menegasikan keberadaan ATLANTIS :-)

Shinta PKBM Tanda Genap mengatakan...

Sejarah ini harus disebarluaskan kepada anak kita, remaja dan para pemuda indonesia
http://tandagenap.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

bekas2 sejarah besar masa lalu sebenarnya tersebar di berbagai daerah Nusantara, seperti di Sumatera Kalimantan dan sulawesi. Di Tambo Minangkabau ada diceritakan ttg adanya masa dimana pulau sumatera dan malaysia masih bersatu, lalu krn ada bencana (Banjir dll), terbentuk selat Malaka. Bbrp ilmuwan Eropa (German?) juga sdg melakukan penelitian dan rencana penggalian situs2 disekitar Pagaruyung Sumatera Barat (sebagai pusat kerajaan Minagkabau) dan dari peneliatian awal mereka mencatat adanya situs candi/banguanan besar yg ukurannya mirip dgn yg ada di pula jawa. Semoga makin banyak para ilmuwan yg mengungkap sejarah2 emas masa lalu.

Anonim mengatakan...

peneliti inndonesia modal cekak bosss....mana mau meneliti yg banyak menghabiskan biaya dan umur banyak sementara keluarga dia kelaparan....negara mau danain? bullshit !!. Nah sekarang tunggu hasil situs gunung padang cianjur. Jika itu benar berusia 13000 tahun dan besar bangunan nya terbesar di seluruh dunia.....maka komentar2 sampah yg tidak percaya akan jadi bengong....dan sejarah dunia akan ke indonesia. Ini yang ditakutkan bangsa barat, karena akan menaikkan harga diri bangsa indonesia......dan ingat...sundaland pusatnya di jawa. Bukan di melayu. karena apa? tidak ada bekas peninggalan candi2 kuno di melayu (malaysia).

Poskan Komentar

Daftar Blog Menarik

Kupas Tuntas Hubungan Peradaban Kuno Atlantis, Legenda Lemuria dengan Indonesia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...