Selasa, 05 Januari 2010

Asia Tenggara, Tanah Asal Peradaban Kuno Dunia?



Ulasan Buku : Eden In The East
Oleh: Daud Tanudirja, M.A,. Dr.
Artikel di Jurnal Humaniora Volume XV, No. 2/2003

Abstrak:



Hampir semua tulisan tentang sejarah peradaban menempatkan Asia Tenggara sebagai kawasan 'pinggiran'. Kawasan yang kebudayaannya dapat subur berkembang hanya karena imbas migrasi manusia atau riak-riak difusi budaya dari pusat-pusat peradaban lain, entah yang berpusat di Mesir, Cina, maupun India. Namun, Stephen Oppenheimer berpendapat lain. Dokter ahli genetik yang belajar banyak tentang sejarah peradaban ini malah melihat kawasan Asia Tenggara sebagai tempat cikal bakal peradaban kuno berasal. Munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Oppenheimer tidak bergurau. Sebaliknya, tesisnya sarat didukung oleh data yang diramu dari hasil kajian arkeologi, etnografi, linguistik, geologi, maupun genetika.

Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar 150 m di bawah muka air laut sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat masih bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagai Paparan Sunda. Namun, ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia. Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar yang terjadi pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun lalu. Banjir besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari yang sekarang. Yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan pantai Cina Selatan. Paparan Sunda malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara lain Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup padat dihuni manusia prasejarah yang berpenghidupan sebagai petani dan nelayan. Bagi Oppenheimer, kisah 'Banjir Nuh' atau 'Benua Atlantis yang hilang' tidak lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini. Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional.


Kata Kunci:
sejarah peradaban, sintesis, karya arkeologi

 

tag : asia tenggara, atlantis, sunda land, paparan sunda, austronesia, polynesia, benua yang hilang, indonesia

8 komentar:

  1. dimasa jaman es hanya kawasan khutulistiwa seperti indonesia yang pang layak dan nyaman untuk menjadi tempat tinggal manusia.. mnrt saya peradaban manusia paling awal juga di wilayah ini karena kalau di eropa sgt tidak mungkin karena saat itu eropa/kayasan timur tengah teramat dinggin dan masih diliputi banyak es....

    BalasHapus
  2. blog anda luar biasa...

    BalasHapus
  3. salut buat Stephen Oppenheimer yg berani berpendapat lain dari yg lain tidak seperti ilmuwan barat lainnya yg selalu berpendapat bahwa awal peradaban manusia berasal dari eropah dan sekitarnya (timur tengah)

    BalasHapus
  4. wah mas bloggnya keren semoga ilmuwan barat segera paham dengan stephen oppenheimer

    BalasHapus
  5. Huhm,... Impossible c,...!! tp spt'y Fakta berkata spt tu, and I JUZT WANNA SAY "LUAR BIASA,..." Ulas ttg Peradaban kuno di (M)alay donk,... bner ga tu,..?? yg di lembah bujang,.. mereka sesumbar ingin merubah sejarah!!! wallahu allam kalo kebenrannya ya,... tp kalo ga?? Musnah de tu negara dr peta,... ngarang dan ngayal mulu kerjaanya!!! bahahahahaaha,...

    BalasHapus

Kupas Tuntas Hubungan Peradaban Kuno Atlantis, Legenda Lemuria dengan Indonesia